Mitsubishi Electric Di Seluruh Dunia

Volume 1: Apa Menu untuk Makan Siang? Uni Emirat Arab

Makan Siang Bertema Internasional di Kota Paling Kosmopolitan di Dunia Mitsubishi Electric Corporation — Cabang Dubai

Juni 2018

Maggie Carig (kiri) adalah seorang koordinator SDM dan administratif di cabang Dubai dari Mitsubishi Electric Corporation (MELCO-Dubai).

Saat makan siang di hari Rabu pada bulan Juni, Maggie pergi keluar kantor bersama koleganya Sheila (tengah) dan Daria (kanan) dan pergi ke restoran terdekat.

“Hampir setiap hari, saya membawa makan siang dari rumah. Begitu juga kolega saya. Makan siang saya biasanya terdiri dari nasi, daging atau ikan, dan potongan sayur atau buah segar”, kata Maggie. “Tapi terkadang, jika saya meninggalkannya di rumah atau merasa tidak ingin menyiapkannya, saya akan menggunakan jasa pengiriman makanan atau pergi ke restoran terdekat. Saya menyambut perubahan menu makan siang hari ini”.

Di restoran, mereka memesan dan saling berbagi menu berikut ini:

Timur Tengah: shawarma (daging panggang mirip doner kebab) wrap dan seekh kebab ayam

Jepang: potongan kecil tempura udang dan sup mi ramen

Filipina: tapa daging sapi (dendeng sapi khas Filipina) dengan nasi goreng

Makan siang yang bertema internasional, kan? Tapi di Dubai, menu-menu dari berbagai budaya yang dihidangkan di atas meja tersebut tidak terlalu mengejutkan. Menurut laporan tahun 2015 dari International Organization for Migration (Organisasi Migrasi Internasional), sebanyak 83% dari populasi Dubai lahir di luar negeri, sehingga menjadikan emirat tersebut sebagai kota paling kosmopolitan di dunia yang menjadi tempat tinggal orang-orang dengan lebih dari 200 kewarganegaraan. Jauh di belakang Dubai, Brussel menempati peringkat kedua dengan persentase 62%.

Selain itu, Dubai memiliki banyak rekor di dunia—antara lain, gedung tertinggi (Burj Khalifa, 828 m), kepulauan artifisial terbesar (Palm Islands, yang dikatakan dapat dilihat secara jelas dari luar angkasa), dan mobil polisi tercepat (Bugatti Veyron, yang kecepatan maksimalnya mencapai 407 kmph).

Kantor MELCO-Dubai mencerminkan suasana kosmopolitan di kota tersebut di mana orang-orang yang berasal dari berbagai negara yang berbeda, seperti India dan Mesir, bekerja di sana. Teman-teman makan siangnya juga bukan pengecualian. Maggie dan Sheila berasal dari Filipina. Daria berasal dari Rusia.

“Kami menikmati berbagai makanan”, kata Maggie dengan ekspresi wajah yang terlihat puas, yang menunjukkan bahwa ia menghargai keberagaman budaya di Dubai.

Kantor MELCO-Dubai berlokasi di Al Fattan Plaza (kiri). Gedungnya dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 5 menit dari Bandara Internasional Dubai, yang merupakan bandara tersibuk di dunia untuk lalu lintas internasional untuk tahun keempat berturut-turut pada tahun 2017, dengan lebih dari 88 juta penumpang yang singgah di sana.


Untuk informasi lebih lanjut