Mitsubishi Electric Di Seluruh Dunia

Volume 1: Apa Menu untuk Makan Siang? Swedia

Seperti Inilah Orang Swedia Bersantap Makan Siang: Pasta Salmon dengan Krim di Kantor Stockholm Mitsubishi Electric Sweden

Mei 2018

Oscar Eiderbrant adalah seorang komunikator pemasaran digital yang bertanggung jawab atas semua saluran pemasaran digital perusahaan, seperti situs web, media sosial, buletin, dan siaran pers.

“Hampir setiap hari, saya membawa makan siang dari rumah,” kata Oscar. “Saya hanya makan siang di luar dalam keadaan khusus seperti ulang tahun seseorang dan sebagainya.”

Hari ini, seperti biasa, ia makan siang di kantor, yang berlokasi di pinggiran kota Stockholm, bersama rekan-rekan kerjanya. Ia menikmati pasta salmon dengan krim yang berisi kubis, bayam, bawang, bawang putih, dan keju parmesan.

“Makanan ini sangat enak dan sehat,” katanya. “Sebenarnya, salmon adalah salah satu menu favorit orang Swedia.”

Faktanya, salmon sangat penting bagi budaya Swedia. Pada Malam Pertengahan Musim Panas, bersama dengan asinan acar, kentang baru yang direbus, dan kue krim stroberi, salmon yang dipanggang, diasap, atau diawetkan memiliki peran sentral dalam menu makan malam tradisional untuk merayakan Midsommar, salah satu hari libur umum paling penting di Swedia.

Orang-orang Swedia tidak hanya suka memakan salmon, tapi mereka juga senang memancingnya. Swedia dianugerahi dengan garis pantai dan sungai yang kaya dengan salmon, di mana dengan sedikit keberuntungan, Anda akan menangkap salmon yang besar. Beberapa tahun yang lalu, Swedia dikejutkan dengan laporan berita bahwa seorang penggemar memancing setempat berhasil menangkap salmon monster berukuran 127 cm/25 kg.

Swedia terkenal secara global karena memiliki beberapa filosofi gaya hidupnya sendiri, seperti lagom (berarti “jumlah yang pas; tidak terlalu sedikit, tidak terlalu banyak”), dan ini mungkin dihitung sebagai salah satunya. Foto di atas mengatakan segalanya: staf makan siang bersama di kantor mereka...dan semuanya makan siang menggunakan piring, dan bukan kotak bekal makan siang. Mereka tidak melakukan ini untuk pemotretan. Mereka selalu melakukan ini. Di berbagai tempat kerja di Swedia, banyak orang menaruh bekal makan siang mereka ke piring dan memanaskannya dengan microwave.

Salah satu alasannya adalah pada umumnya masyarakat Swedia menganggap makan siang sebagai makanan layak yang sebaiknya dinikmati saat masih panas dengan menggunakan peralatan makan yang layak dan berbagi satu meja dengan orang lain―dan bukan makanan cepat saji yang Anda ambil begitu saja dari wadah plastik dalam keadaan sudah dingin sementara Anda menatap layar komputer seorang diri.

“Saya senang duduk di kantor dan berbicara dengan kolega saat makan siang,” kata Oscar. “Di Swedia, makan siang adalah waktu yang penting untuk bersosialisasi.”

Omong-omong soal sosialisasi, kami harus menyebut fika. “Fika” adalah kata dalam bahasa Swedia yang diterjemahkan secara kasar sebagai rehat minum kopi, tapi istilah ini memiliki konotasi budaya yang mendalam―istilah ini lebih berkaitan dengan sosialisasi ketimbang rehat. Setiap hari Jumat jam 2 siang, Oscar dan semua koleganya di kantor melakukan fika di kantor mereka, di mana staf akan bergantian mempersiapkan kue kering (cinnamon roll, cupcake, dll) untuk fika. Bersosialisasi selagi bersantap makanan adalah salah satu komponen terpenting dari budaya Swedia.

Gamla Stan, daerah “Kota Tua” di Stockholm tempat Istana Kerajaan berada, berjarak sekitar 20km dari kantor pusat Mitsubishi Electric Sweden.


Untuk informasi lebih lanjut